Ketum HIPMI Bicara Iklim Investasi Pertanian di RI

November 21, 2019

Diterbitkan 2015/07/29 Akfa Nasrulhak – detikFinance

Tingginya investasi merupakan salah satu faktor utama guna mendorong kesejahteraan ekonomi Indonesia, terutama untuk masyarakat di kota dan daerah. Untuk itu diperlukan kebijakan yang dapat mendorong investasi di dalam negeri.

“Ketangguhan sebuah negara, seperti Indonesia, dapat dilihat dari ekonominya stabil. Investasi di berbagai sektor bisnis apapun, termasuk pertanian, jadi penopangnya,” ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/9/2019).

Bahlil mengungkapkan, proses masuknya berbagai investor yang salah satunya di sektor pertanian, tidak boleh mengalami hambatan atau dipersulit prosesnya.

“Itu juga kan pesan Presiden Jokowi supaya diberikan kemudahan berinvestasi di Indonesia. Proses yang sulit akan membuat investor malas melirik potensi usaha di sini,” kata Bahlil.

Apalagi, menurutnya, pangan merupakan sektor utama kebutuhan masyarakat. Ia menilai jika investasi minim maka otomatis menurunkan gairah pembangunan pertanian.

Sementara itu, dari data yang terhimpun, investasi sektor pertanian sejak tahun 2014-2019 ketika Menteri Pertanian Amran Sulaiman mulai menjabat, realisasinya mencapai Rp 240,8 triliun.

Nilai investasi pertanian terakhir tahun 2017 dan 2018 masing-masing hingga berjumlah Rp 45,9 triliun dan Rp 61,6 triliun. Catatan kenaikan angka investasi pertanian sejak 2014-2019 terhitung hingga 110%.

Amran Sulaiman menargetkan, tahun 2019 angka investasi sektor pertanian lebih melejit lagi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia ingin investasi pertanian 2019 mampu menembus Rp 80 triliun.